Senin, 09 Mei 2011

Sepenggal Rindu Diujung Malam

Sekerat malam yang kian berlari
Mengejar pagi, membunuh mimpi
Dingin embun yang menyirami
Menjadi serpih meremah hati

Bukan awalku yang pasti
Namun janjiku masih abadi

Ketika rembulan enggan bertamu
Aku masih mengeja namamu
Menyematkan rindu, menoreh kelu
Bayangan wajahmu melintas satu-satu...
Diujung mataku;

Semakin kabur kian meredup
Malam pun gemetar gugup berdegup
Kelu yang menyungkup;

Andai setiap hening yang kupijak menyisakan rindu
Akan slalu kusematkan sepiku pada paruh waktu
Agar kau tahu bahwa aku masih menjadi milikmu..

Jumat, 24 September 2010

dan

Dan menjadi berbeda
Terus berlari
Tersesat

Dan sendiri-sendiri
Terasing sepi
Merindu

Dan kita terluka
Hanya tangis
Menyesal

Dan hati merayu
Seperti dulu
Sia-sia

Dan kita menjauh
Semakin jauh
Mati

Rabu, 08 September 2010

TENTANG RINDU

Melengking jeritan dalam raga.
Meronta jiwa ingin melepas belenggu.
Segala kata tertera oleh rasa cinta.
Dan kini yang ada hanya rindu.


Bahana terbiasa meraba sukma.
Meretas asa yang terhempas.
Dalam buaian dawai asmara.
Penantian tanpa ada batas.


Ketika membuka tabir kerinduan.
Penawar rasa dari cumbuan ragu.
Dibalik kokohnya dinding keangkuhan.
Hanya untuk satu pelukan rindu.


Biarkan awan menutupi mentari.
Asalkan matamu memberi pancaran saat aku
menari.
Tersengal kaki tapaki sepi.
Saat angkasa terkoyak belati.
Mengiris mega-mega sunyi.


Biarkan bulan tak bersinar malam ini.
Asalkan engkau ada tuk menemani.
Menentramkan rindu atas cinta.
Sejuk merengkuh relung dari tiap nadi dalam raga.
Membasuh air cinta dalam jiwa.


Sentuhan nada tak bergema.
Berucap merdu syair-syair asmara.
Mendamaikan jiwa-jiwa yang lara.
Karena keindahanmu laksana lagu cinta.

Senin, 06 September 2010

TENTANG ANGIN DALAM RUANG BISU

Memandang gelap dari jendela kayu.
Semilir angin malam selalu hadir menjadi tamu.
Menyelinap masuk tanpa pernah mengetuk pintu.
Seperti biasa aku jamu dengan wajah semu.
Slalu hadir menghidangkan rindu mengisi kalbu.

Anginpun berkata-kata dalam diamnya.
Menceritakan kisahnya berkelana mengembara.
Benar saja,karena semuanya hanya tentang rindu.

Angin malam mendesah menahan resah.
Membisikan gumaman kata tak tentu arah.
Ceritakan tentang rindu di penghujung malam.
Seperti dirinya yang akan pergi tanpa memberikan suatu arti.
Dan anginpun berlalu tinggalkan aku di ruang bisu.