Senin, 08 Agustus 2011

Bila Esok

Lelah sudah cinta
Dari goresan syair seorang pecinta
Bahwa puisi akan menjadi cerita
Dari tulisan ungkapan rasa

Jiwa mencinta
Meleleh dalam pijar masa
Segumpal rindu telah terkubur oleh malam
Sedangkan separuh lagi masih dibalut kelam

Masih adakah sebait puisi yang kau tulis malam ini
Untuk kubaca dengan tumpukan rindu dihati
Hingga bisa disajikan esok pagi
Dengan semangkuk rindu akan nurani

Bila esok cinta tak sempat gugur
Biarkan hati kita mengulang cerita
Bersama keberanian yang sempat terkubur
Tanpa luka dan air mata

Senin, 09 Mei 2011

Sepenggal Rindu Diujung Malam

Sekerat malam yang kian berlari
Mengejar pagi, membunuh mimpi
Dingin embun yang menyirami
Menjadi serpih meremah hati

Bukan awalku yang pasti
Namun janjiku masih abadi

Ketika rembulan enggan bertamu
Aku masih mengeja namamu
Menyematkan rindu, menoreh kelu
Bayangan wajahmu melintas satu-satu...
Diujung mataku;

Semakin kabur kian meredup
Malam pun gemetar gugup berdegup
Kelu yang menyungkup;

Andai setiap hening yang kupijak menyisakan rindu
Akan slalu kusematkan sepiku pada paruh waktu
Agar kau tahu bahwa aku masih menjadi milikmu..

Jumat, 24 September 2010

dan

Dan menjadi berbeda
Terus berlari
Tersesat

Dan sendiri-sendiri
Terasing sepi
Merindu

Dan kita terluka
Hanya tangis
Menyesal

Dan hati merayu
Seperti dulu
Sia-sia

Dan kita menjauh
Semakin jauh
Mati

Rabu, 08 September 2010

TENTANG RINDU

Melengking jeritan dalam raga.
Meronta jiwa ingin melepas belenggu.
Segala kata tertera oleh rasa cinta.
Dan kini yang ada hanya rindu.


Bahana terbiasa meraba sukma.
Meretas asa yang terhempas.
Dalam buaian dawai asmara.
Penantian tanpa ada batas.


Ketika membuka tabir kerinduan.
Penawar rasa dari cumbuan ragu.
Dibalik kokohnya dinding keangkuhan.
Hanya untuk satu pelukan rindu.


Biarkan awan menutupi mentari.
Asalkan matamu memberi pancaran saat aku
menari.
Tersengal kaki tapaki sepi.
Saat angkasa terkoyak belati.
Mengiris mega-mega sunyi.


Biarkan bulan tak bersinar malam ini.
Asalkan engkau ada tuk menemani.
Menentramkan rindu atas cinta.
Sejuk merengkuh relung dari tiap nadi dalam raga.
Membasuh air cinta dalam jiwa.


Sentuhan nada tak bergema.
Berucap merdu syair-syair asmara.
Mendamaikan jiwa-jiwa yang lara.
Karena keindahanmu laksana lagu cinta.

Senin, 06 September 2010

TENTANG ANGIN DALAM RUANG BISU

Memandang gelap dari jendela kayu.
Semilir angin malam selalu hadir menjadi tamu.
Menyelinap masuk tanpa pernah mengetuk pintu.
Seperti biasa aku jamu dengan wajah semu.
Slalu hadir menghidangkan rindu mengisi kalbu.

Anginpun berkata-kata dalam diamnya.
Menceritakan kisahnya berkelana mengembara.
Benar saja,karena semuanya hanya tentang rindu.

Angin malam mendesah menahan resah.
Membisikan gumaman kata tak tentu arah.
Ceritakan tentang rindu di penghujung malam.
Seperti dirinya yang akan pergi tanpa memberikan suatu arti.
Dan anginpun berlalu tinggalkan aku di ruang bisu.

Rabu, 01 September 2010

RINDU TAK MENEPI

Mengarungi waktu yang akan berlabuh pada
dermaga malam.
Sejenak rasa melayang pada lapas yang telah ada,manakala mentari memberikan senyum manisnya.
Pesta tanpa jamuan yang tlah berakhir pagi tadi meninggalkan embun tanpa sempat berjanji.
Hanya tersisa butir-butir air yang basah pada daun di sela hati.
Memenuhi relung kosong yang tak sempat di isi oleh nadi.
Ikuti perjalanan hari bersama mentari pada kaki yang tak pernah henti.
Tetap berdiri meski sepi menghampiri di ujung makna tanpa pernah menyadari.
Dan tangan mencoba menggapai setitik asa;
Pada debu-debu yang berlalu-lalang di persimpangan jalan.
Mungkin akan menempel satu atau dua bayang tentang dirimu.
Atau hanya gambaran semu tanpa sosok yang pudar saat angin menidurkan awan.


Pada debu yang tersapu hujan tak lagi menempelkan bayang.
Kenangan melayang di terbangkan angin,menuju mega menata ruang agar bayang tak berpaling.
Siluet warna bergambar noktah memberi pesan dari nyanyian rindu saat jiwa melepas rasa pada keinginan yang terpendam.
Terkubur dalam tanah berwujud rindu,tumbuh menjadi akar yang merambat pada melati di taman harapan.
Aroma yang mewangi seperti melupakan bau debu dan menelantarkan rasa di ujung penantian.

Perjalanan pun terhenti saat jarum berdetak dua belas kali.
Lonceng berdenting dalam bisu saat kata tak lagi terucap.
Hanya dawai bersama nyanyian hujan temani malam yang ditinggalkan rembulan.
Pada pesta dengan menu kemewahan di malam yang kian sepi.
Kuteriakan sepenggal nama seperti dalam jeritan belenggu malam.
Akan rindu yang tak pernah usai.
Kedatangannya menghadiahkan gelisah pada hati tak pernah henti.
Walau tangan tak lagi menepi,rindu telah sampai ke hati.
Dan kini tertidur bersama hujan yang tak henti bernyanyi.

Senin, 23 Agustus 2010

MENYINGKAP TIRAI KERINDUAN

Tak ada atap untuk berteduh.
Rindu ini seakan menghujani jiwaku.
Hingga aku kuyup dihati lusuh.
Membasahi disetiap lekukan ragaku.

Awan perlahan menggumpal di angkasa.
Bertanya lirih pada isi jagat raya.
Limbung degan angan terbayang.
Menerpa sukma di puncak gunung.

Sejauh mata memandang.
Sejauh angan mengenang.
Tak ada lagi yang hadir.
Selain wajah itu yang bersilir.

Tak akan lepas paras tersayang.
Liuk tarian memikat garang.
Menelusup diantara palung rindu.
Lekat membekas paras mendayu.

Jangan kau tanyakan kenapa aku semakin lemah.
Pada waktu pun aku telah pasrah.
Mencoba menyingkap tirai-tirai kerinduan.
Yang menjelma begitu indah dalam peraduan.

Sabtu, 21 Agustus 2010

MEMBINGKAI LENGKUNG PELANGI

Dari lengkung pelangi sisa tangisan langit tadi siang.
Ku ukir sketsa dari kaca dibalik tirai.
Melukis gundah pada sepi tatapannya menerawang.
Di kamar menanti Ia kembali.

Parasnya membekas pada punggung pelangi.
Kadang terhalang dedaunan ketika ranting bergoyang.
Samar-samar tatapanku akan menghampiri.
Melangkah jauh dari pohon berdaun rindang.

Langit sepi tanpa sinar mentari.
Barisan awan berarak diam termangu.
Coba menyingkap tabir dihati yang sunyi.
Menunggu,sampai angin berlalu.

Hanya sekejap tabir terungkap.
Warna-warni pelangi terpancar begitu mesra.
Dari binar bola mata yang menatap.
Pada bingkai pelangi dibalik kaca.

Selasa, 17 Agustus 2010

PUTRI LANGIT

Rinai membasuh wajah sang putri.
Senyum merekah pada parasnya memerah.
Pendar bulan menatapnya dibawah sana.
Ia tersenyum...
Memandang hijaunya daun yang terbungkus oleh
kelam.
Nampak daun memeluk erat ranting.
Seakan tak ingin terlepas tersentuh angin.
Tapi,tampaknya daun tak bersemangat.
Saat angin mulai mengajaknya bicara.
Daun diam.
Tetap saja membisu.
Meski angin menyapanya dengan ramah.
Angin pun berlalu.
Menggandeng awan hitam membawanya
keangkasa.
Hingga pandangan rembulan kini terhalang.
Namun sang bintang tetap tersenyum.
Tak perdulikan dengan rembulan yang bersedih.
Tak mengapa,karena keindahan kilau Sang Putri
setulus hati tanpa pernah henti

Minggu, 15 Agustus 2010

Ketika Ia Kembali

Hatiku bernyanyi
Diantara bunga-bunga
Itulah perjalanan tentang cinta
Rasapun terbang bersama jiwa dan raga
Menujumu sang pujaan

Panah asmara melesat memburu
Menelusup dalam hati para perindu
Memanggang rasa tak pernah jemu
Melayang gairah tak pernah tahu

Hanya dialah yang tahu
Bahwa aku telah kehilangan hati
Dan kini telah kutemukan sang pencuri
Namun walau dengan lirih...
Tak berani ku mengatakan itu

Meresap lirih sunyi mendera
Resah meratap hati yang sirna
Walau kini dia telah tiba
Membawa rindu yang didamba
Senandungkan lagu hati yang berbunga

Cinta Berbalut Dosa

.aku tak kuasa untuk berpaling dari senyummu
.senyum yg ku tatap dgn hati yg buta
.& terhanyutlah aku pada derasnya aliran dosa
.karna sesungguhnya,kau tak halal lg untuk ku cintai

.demi rasa yg masih tersisa
.haruskah aku tetap menunggu
.menunggu
.& terus menunggu
.sampai tubuh menjadi rapuh
.kemudian berakhir
.ketika jiwa terasa lelah menemani raga ini

Dua Hati Satu Rasa

.berdua saja
.kita terpenjara diantara dinding kamar yg temaram
.tak ada kebisingan
.hanya suara detak jantung yg smakin kencang trdengar

.sejenak jemarimu ku raih
.ku genggam erat penuh kegelisahan
.kau tertunduk
.sementara aku semakin merapat
.tak ada lagi jarak
.karena tubuhmu mulai ku peluk

.kau matikan pandanganmu
.di saat aku berpacu dengan nafsu
.& semua'y terbuai
.desah-desah nafas,menggema
.seakan memenuhi isi ruang gelap ini

.dua hati dlm satu rasa
.melebur bersama,kedalam sukma tanpa nalar
.lalu berakhir melewati keindahan
.& kini,harus meninggalkan penyesalan yg mendalam

Siapa Dia ???

.ku terbangun d pagi yg belia
.mimpi itu mnghantarkanku pd keterjagaan
.mataku masih sayup
.tetapi gelap tak mampu menutup pandanganku

.ku buka tirai kamarku
.ternyata masih saja kering
.tak ada tetes-tetes embun yg brjatuhan
.mereka masih terlelap terbuai malam
.mungkin angin yg memenjarakannya
.atau mereka saja yg malas bertamu k bumi

.lupakan tentang perhiasan malam
.jangan kau perdulikan mereka
.tengok saja hatimu
.masih tetap bimbang..!!
.bertanya-tanya pd isi kamar ini
.siapakah dia dlm mimpiku..??
.begitu nyata untuk ku khayalkan
.tetapi abstrak bila ku pandang
.huh
.mereka hanya terdiam

.lalu aku brtanya kepada pencipta mimpi
".wahai Engkau dzat yg tak pernah terpejam
.siapa yg Engkau hadirkan dalam bunga tidurku..
.penyempurna hidup..??
.atau hanya sekilas cerita dlm perjalanan ini..??"

.& semuanya tetap menjadi misteri

Biarkan

.jangan kau sentuh aku dgn ombakmu
.biarkan aku kokoh sbgai karang
.belai saja pantai pasir putih itu
.karena dia adalah hidupmu

.aku tak mau berkasih dgn ombakmu
.biarkan angin menemani dinginku
.mengarungi detik2 waktu,sampai lelah membuatku hancur

.bahagialah dengan pilihanmu
.tetapi ikhlaskan tuk melepasku
.aku ingin hidup tanpa nafasmu
.namun sejahtera bersama jantung hatiku

Masih

.aku masih menatapnya
.pada seraut wajah yg ku lukis di dinding hatiku
.aku masih mengingatnya
.pada senyum kecil yg tak mungkin musnah dari ingatanku
.aku masih mengenangnya
.pada bait-bait cerita yang dulu pernah terangkai indah dalam kisahku
.dan aku masih menulisnya
.sebuah nama yg ku ukir pada lajur nadiku

.semuanya
.tak akan lekang dimakan waktu
.biarkan bersatu bersama jasadku
.meski rinduku terpisah ruang dan waktu
.namun sayangku tetap utuh untukmu

Petualangan Cinta

.bukan roman picisan
.bukan pula novel tentang cinta
.bukan william shakespear dengan karya romeo-juliet
.atau pun rama-sinta dlm cerita mahabarata
.tp ini adalah kisah nyata
.kisah tentang perjalanan cintaku

.berpetualang mengarungi lautan lepas
.mendayung perahu ketika angin lelah berhembus
.aku tidak pernah menyerah
.meski peluhku membasahi seluruh tubuh ini
.masih tetap semangat
.dan masih memandang ke depan
.berharap ada daratan untuk ku singgahi
.menyandarkan tubuh rapuh ini,dipohon tua yg keriput

.aku masih berpetualang
.mencari cintaku yg sejati
.cinta sejati sebagai pelabuhan terakhirku
.tak akan pernah mau untuk menunggu
.biar saja kaki ini lelah melangkah
.dan jangan kau hiraukan
.waktuku semakin sedikit
.terus habis bersama detik2 jam yg berlalu
.ku mohon
.tetaplah disana
.tunggu aku sejenak
.jangan beranjak lagi
.karena kepergimu membuatku mati
.meski mati tak bisa mengobati

LILIK MUHIBBAH

(L)embayung senja bersandar d ujung cakrawala
(I)khlas terlukis menghiasi angkasa
(L)embut belainya tersirat bgtu nyata
(I)ndah lakunya meresap k dalam dada
(K)arna pesona membuatku mencinta

(M)atamu untuk hatimu
(U)ntukku,untuk ku rindu
(H)alal bagimu tak bisa ku rayu
(I)majinasimu hiasi hidupku
(B)ibir bersyair kata bermadu
(B)erucap merdu bak bait2 lagu
(A)lunan melody hilangkan sepiku
(H)ilang gelisahku saat kau jadi milikku

Iblis Berparas Bilqis

.kau peluk tubuhku
.namun hatimu kau tinggalkan entah dimana
.begitu hangat ketika aku harus mati
.mati oleh hati yg tlah mati
.hati yg mati karena tidak memiliki mata hati

.apa yg kau tanam pada hatimu..??
.hanya kepingan dusta yg berserakan
.tersebar seperti tumpukan sampah
.menumpuk dan terus menumpuk
.sampai akhirnya hatimu pun membusuk

..sungguh biadab belaianmu
.menabur mawar namun kau tancapkan duri

.tak ku sangka
.hatimu hidup dlm sangkar iblis
.namun bertopengkan paras bilkis
.dan tak ku duga
.jika aku harus mati oleh jeratan kerudung cintamu

Bunga Ditengah Samudra

.kemudian gugur
.layu setelah pesona memudar
.manis pun meresap pada lajur waktu
.meski harus bersembunyi d balik halimun
.tetap saja pagi kan mampu membuatnya sirna

.jangan kau tebar hatimu dlm taman bunga
.yakinlah pada kumbang yg kan singgah untuk berlalu
.namun bersemilah jauh d tengah samudra
.jauh dari pantai yg bertepi
.karna kau kan bahagia dgn kesendirianmu
.terlihat indah namun tak mudah terjamahkan

Rinduku

.aku tau akan hatiku
.menjadi rapuh saat kau ajarkan rindu
.tanpa artikulasi
.tanpa terdengar lirih
.hanya bahasa yg tersurat
.mungkin sekedar goresan kata
.atau pun penggalan cerita
.tetap saja semua tentang ajaran rindu

.dimanakah kau kini..??
.knp harus mengintai dr balik tirai malam
.aku tau kau memandangku nyata
.begitu jelas saat hatiku mati
.namun tetap saja
.kau tetap brsembunyi
.seakan tak pernah tau tentang rindu ini
.atau kah kau sendiri yg tak pernah mau tau

.namun aku masih disini
.menunggumu bersama rinduku
.berharap kau kembali
.dan datang menemui untuk memelukku